Ibunda Uje Bangga pada Anaknya

Ibunda Ustad Jefry Al Buchori (Uje), Tatu Mulyana, telah menerima dengan lapang dada kepergian anaknya.



Uje memang telah meninggal, sang ibu tetap bangga karena anaknya tersebut telah memberikan yang terbaik bagi umat, dan mampu bangkit dari keterpurukan hidupnya.
“Kami bangga dengan dirinya. Ia sosok yang tangguh dan gigih dan mendedikasikan hidupnya untuk berdakwah. Kami harap ada Uje lainnya di masa mendatang,”  harapnya.

Kematian Ustad Jefri Al Buchori pada Jumat (26/4/2013) dini hari membawa kesedihan yang mendalam bagi yang mengenalnya.
Ustad yang kerap disapa Uje ini meninggal dalam kecelakaan motor tunggal. Ia meninggal usai menabrak pohon palm depan rumah nomor 17-PB/38 di Jalan Alteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia meninggal pada pukul 01.00 dini hari, sebelumnya ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah namun dokter menyatakan Uje telah meninggal dunia.
Firasat Uje


Uje yang dikenal sebagai ustad gaul ini cukup aktif di twitter. Dalam akunnya @jefri_buchori terhitung cukup aktif berkicau. Akun tersebut bergabung ditwitter sejak 16 januari 2012 tahun lalu dan telah berkicau sebanyak 4.474 kicauan, rata-rata perhari 10 kicauan. Akun ini memiliki 175.649 sejak berita ini ditulis dan mengikuti 380 akun.
Sebelum meninggal pada Jumat (26/42013) dini hari twitter Uje tampak aktif dua pekan silam yaitu pada hari jadinya yang ke 40 yang bertepatan pada tanggal 12 April 2013. Kicauan terakhir Uje membahas tentang batas maksimal keuntungan dalam dagang menanggapi atas pertanyaan pengikutnya.
“@rochayut , batas maksimal sy kurang faham, sewajarnya saja..,” cuit @jefri_buchori pada tanggal 12 April.
Kicauan lainnya yang diposting pada tanggal tersebut kebanyakan adalah ucapan terimakasih atas ucapan selamat atas hari jadinya yang ke 40. Ada yang unik, salah satu tuit Uje memberi wejangan kepada akun @Chiboby. Kicauan tersebut seperti sebuah firasat bagi Uje.
“@Chiboby , musibah dan pastinya gk ada yg mau, mudah2an bisa jadi pelajaran berharga utk lbh hati2,” tulisnya.
Sementara itu ada juga kicauan lain yang mungkin adalah suatu firasat. Kicauan tersebut ditulis pada 13 Maret sulan lalu yang ditautkan ke akun path Uje. Dalam kicauan tersebut Uje membahas mengenai kembai kepada sang pencipta.
“Pada akhirnya.. Semua akan menemukan yg namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembali adalah yg terbaik.. Kembali pada siapa..??? Kpd “DIA” pastinya.. Bismi_KA Allohumma ahya wa amuut..,” tulis Uje dalam akun path-nya.
Banjir bela sungkawa pun diluapkan oleh warga twitter kepada Uje atas kematiannya. Salah satunya adalah pemilik akun @yomanmudita, ia mendoakan Uje agar diterima di sisi Allah.
“Indonesia kembali kehilangan satu lagi tokoh/pemuka agama, semoga amal & ibadahnya diterima disisi Allah SWT. In memoriam @jefri_buchori,” tulis akun @yomanmudita.kuya.

0 komentar:

Posting Komentar