Yesus Kristus Palsu Asal Australia

Lelaki asal Australia, Alan John Miller, menyatakan dirinya sebagai Yesus Kristus. Tidak hanya itu, pacarnya Mary Luck juga dia sebut sebagai Maria Magdalena, yang menurut Alkitab hadir saat penyaliban Yesus.

"Mungkin ada satu juta orang yang menyatakan dirnya sebagai Yesus dan kebanyakan dari mereka sekarang ada di rumah sakit jiwa," kata Alan, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Kamis (30/5).



"Tetapi salah satu dari kita mungkin saja benar. Bagaimana saya tahu kalau itu memang saya?," ujar lelaki 50 tahun itu. "Sebab, saya mengingat semua hal tentang kehidupan saya."

Mantan ahli teknologi informasi itu dikabarkan mengetahui dengan jelas peristiwa penyalibannya dua ribu tahun lalu. Namun, dia mengklaim baru sadar kalau dia adalah Yesus pada 2004.

Dia menjelaskan di situs Divine Truth (Kebenaran Ilahi) miliknya bahwa dirinya dan malaikat surgawi lainnya sebetulnya pernah mencoba untuk menyampaikan kebenaran ilahi kepada seorang pria asal Amerika Serikat bernama James Padgett antara 1914-1923 di Kota New York.

Namun sayangnya, tidak ada satu orang pun yang benar-benar paham sepenuhnya pesan yang diberikan itu.

Alhasil, Alan dan Maria Magdalena menemukan sebuah jalan agar dapat kembali ke bumi untuk menunjukkan kebenaran untuk mengajarkan orang banyak mengenai dirinya.

Duda dua anak ini mengatakan pernikahan pertamanya hancur ketika dia mulai mengingat rincian inkarnasi dirinya sebagai Yesus.

Alan saat ini menjalankan Gereja Kebenaran Ilahi dari rumahnya di dekat Kota Kingaroy, di Negara Bagian Queensland. Khotbah-khotbahnya bisa menarik lebih dari 150 orang untuk hadir.

Alan dan Mary tidak memiliki pekerjaan tetap dan biaya hidup mereka didanai oleh sumbangan dari para pengikutnya, meski keduanya menyatakan mereka tidak pernah menekan para pengikutnya untuk memberikan uang.Namun, para pengikut Alan tetap didorong untuk memberikan uang kepada mereka.

Seorang perempuan asal Inggris, Louise Faver (39 tahun), yang juga mantan ahli syaraf, rela berhenti dari pekerjaannya agar bisa lebih dekat dengan Alan dan Mary.

"Louise tidak memiliki sumber pendapatan selain dari sumbangan dan pemberian Anda. Dia juga bisa memberikan pelayanan tanpa dikenakan biaya. Sumbangan Anda akan langsung diarahkan untuk biaya hidup Louise. Hal ini memungkinkan dia untuk melakukan pekerjaannya secara sukarela," tulis sebuah pernyataan di situs Kebenaran Ilahi.

Alan telah menyebarkan pesannya secara global melalui DVD dan Internet.

Seorang pengikut Alan lainnya, George Hamel, asal Negara Bagian California, Amerika, juga rela meninggalkan istri dan bisnisnya, agar dia dapat lebih dekat dengan Alan.Sekitar 30 pengikut setianya rata-rata tinggal tidak jauh dari kediaman Alan, sejak 2007 lalu.

0 komentar:

Posting Komentar