Review Tentang Pinogu kec. Suwawa Timur Kab. Bone Bolango Prov. Gorontalo

Kali ini saya akan membahas tentang satu program acara di salah satu tv swasta tanah air Trans 7 yaitu "Indonesiaku" dengan subjudul "Ekspedisi Celebes". Sekedar info buat pembaca, yee... bahwa program acara ini tayang setiap Senin hingga kamis pada pukul 16.35 WIB.

Oke, mari kita mulai.... saya mulai dengan komentar pada subjudulnya, melihat subjudulnya ini, saya langsung menilai bahwa ini menunjukkan  kecarut-marutan penggunaan bahasa pada "Founding Father"nya acara ini. Pada kata awal menggunakan kata EKSPEDISI yang merupakan kata serapan bahasa Indonesia. Ingat ya, bahasa Indonesia. Selanjutnya ada kata Celebes yaitu bahasa Inggris(baca:keren) nya Sulawesi. Nah, disini kan sebenarnya akan terasa janggal sekali jika bahasa Indonesia "ekspedisi" dicampur dengan bahasa Inggris "Celebes". Iya kan? Iya kan?


Memang sih, belakangan ini sudah marak orang yang seperti ini, yaitu suka mencampur-campur bahasa. Mungkin biar kelihatan lebih keren atau wah gimana gitu, tapi menurut dalam pandangan dan pemahaman saya, orang-orang yang seperti itu adalah orang yang menghianati Ikrar Pemuda-Pemudi 28 Oktober 1928(baca:Sumpah Pemuda).

Tapi Sudahlah,.... tujuan penulisan artikel ini bukan untuk penanaman kembali rasa nasionalis kita yang sudah luncur, eh luntur. Saya hanya akan membahas tentang acaranya tsb, dimana pada hari yang saya tidak ingat, "Indonesiaku - Ekspedisi Celebes" ini pernah menayangkan salah satu daerah di Provinsi saya yaitu daerah Pinogu yang letaknya di Suwawa sana. Daerah ini konon katanya merupakan tempat salah satu pahlawan nasional dari Gorontalo, Nani Wartabone berguru ilmu kanuragan. (kayak si Wiro Sableng ya?) ^_^.

oke lanjut !!!

Nah, pada awal acara diperlihatkan bahwa pemandu acara seorang wanita yang bernama Widya Natalia melakukan perjalanan panjang yaitu berjalan kaki selama 6-7 jam dari pusat kota Suwawa menuju desa Pinogu tersebut. Saya agak terkesan dengan wanita ini, mungkin dia sudah biasa melakukan tracking, dibuktikan dengan ketangguhannya menaklukkan medan perjalanan sejauh 30 km tersebut. Banyak cerita yang dialami selama perjalanan itu, hingga akhirnya sampai pada desa Pinogu dia terkesima dengan keindahan dan keramahan Pinogu. Ceritanya tidak sampai disitu. Mereka juga sempat memanen kekayaan alam desa Pinogu.

Nah, bingung kan dengan penjelasan saya yang kacau itu? agar tidak bingung lgi, mari disimak videonya.. ^_^


3 komentar:

Posting Komentar