Cerita Di Balik Tongkat Bung Karno


Meskipun Bung Karno sering mengatakan jika Tongkat Komando yang sering menemani aktivitas kenegarannya tidak mempunyai daya sakti, namun banyak pihak percaya bahwa beliau orang sakti. Saat itu Bung Karno dikenal memiliki beberapa Tongkat Komando dengan bentuk yang sama, yaitu tongkat yang dibawa saat beliau ke luar negeri, tongkat khusus ketika menemui para jenderalnya, dan tongkat pidato.



Kesaktian Bung Karno tersebut menjadi buah bibir saat beliau mendapatkan ancaman percobaan pembunuhan, dimana seseorang berusaha menembak beliau dari jarak dekat ketika sholat Idul Adha.
Jarak antara penembak dengan Bung Karno hanyalah lima meter. Namun hal itu tidak mencelakai Bung Karno dan beliau tetap selamat. Hal ini tentunya menggembirakan rakyat sekaligus mencengangkan mengingat penembak itu diketahui merupakan penembak terlatih sehingga sangat diherankan jika ia meleset saat menembak Bung Karno. Pada saat sidang kasus itu digelar, terungkap jika penembak mengalami kebingungan karena Bung Karno tiba-tiba terlihat membelah diri menjadi lima.

Cerita yang beredar menyatakan jika kesaktian Bung Karno merupakan suatu yang tidak dipelajari. Semuanya muncul tiba-tiba ketika Bung Karno kecil mengalami sakit. Saat itu Bung Karno kecil bernama Kusno dan kemudian nama itu diganti untuk menghilangkan sakit tersebut. Setelah berganti nama menjadi Sukarno, beliau terlihat semakin sehat. Kakek Sukarno. Hardjodikromo melihat ada sesuatu yang aneh dalam diri Sukarno. Ternyata Sukarno diyakini memliki kemampuan lebih pada lidahnya, dimana beliau bisa mengobati penyakit. Hal itu dilakukan Sukarno dengan menjilat bagian yang dirasa sakit. Kesaktian ini diyakini merupakan turunan dari leluhur Bung Karno, bernama Raden Mangundiwiryo yang dikenal sebagai “idu geni” dimana ucapannya bisa menjadi kenyataan. Mangundiwiryo kemudian melakukan puasa agar Sukarno mempunyai kekuatan batin, hingga ia bermimpi didatangi seseorang dengan pakaian bangsawan Keraton Mataram. Orang itu mengatakan jika Sukarno akan menjadi Raja di seluruh Nusantara, tidak hanya di tanah Jawa. Setelah mimpi yang dialami Mangundiwiryo, Sukarno pun memiliki kemampuan untuk berbicara yang luar biasa. Kemampuan itu menggantikan kesaktian Sukarno dalam menyembuhkan penyakit. Oleh karenanya, Sukarno dikenal sebagai orator ulung yang pandai berpidato.

0 komentar:

Posting Komentar